Cara Menjadi Self Publisher

Cara Menjadi Self Publisher

Naskahmu ditolak lagi oleh penerbit? Tenang, jangan sedih berkepanjangan. Masih ada cara lain yang bisa ditempuh agar naskahmu terbit. Salah satunya adalah menjadi self publisher, yaitu menerbitkan sendiri bukumu. Caranya sangat mudah, bisa dilakukan oleh penulis pemula sekalipun.

Butuh jasa penulisan artikel yang profesional? Klik di sini: Jasa Penulis Artikel.

Self publisher diartikan sebagai penerbit mandiri. Ini adalah cara menerbitkan buku tanpa melalui penerbit. Penerbitnya adalah si penulis itu sendiri.

Sebagai self publisher, penulis memiliki kendali penuh terhadap naskahnya. Seluruh proses dilakukan sendiri, mulai dari menulis naskah, mengeditnya, membuatkan desain sampul buku, mempromosikannya, dan memasarkannya. Semua itu bisa dilakukan sendiri, atau oleh orang lain yang ia pilih. Yang jelas, semua proses tersebut dilakukan tanpa ada campur tangan penerbit.

Tata Cara Self Publisher

Ada dua cara menjadi self publisher, yaitu menggunakan sistem PoD atau melalui agen self publishing. Pada sistem PoD (print on demand), penulis langsung berhubungan dengan percetakan yang menyediakan jasa ini. Naskah yang dibawa harus sudah siap cetak, termasuk bentuk buku dan desain sampulnya. Jumlah buku yang dicetak bisa disesuaikan dengan keinginan penulis. Ada percetakan yang melayani mencetak 1 (satu) buku. Biaya yang dikeluarkan tentunya menjadi tanggungan penulis.

Cara lainnya, yaitu melalui jasa agen self publshing secara online. Saat ini sudah banyak tersedia website penyedia layanan self publishing. Jasa yang ditawarkan sangat beragam dan dikemas dalam bentuk paket. Ada paket yang termasuk jasa editing, desain atau layout buku, promosi, dan pemasaran. Semakin lengkap fasilitas layanannya, maka semakin mahal pula harganya.

Pertimbangan yang Penting

Saat memutuskan untuk menerbitkan sendiri, pastikan bahwa beberapa pertimbangan ini sudah kamu lakukan:

  1. Kualitas

Naskah memiliki kualitas yang baik secara menyeluruh. Misalnya tema yang diangkat menarik, berbobot, dan memiliki nilai jual. Mintalah pendapat orang lain yang lebih berpengalaman mengenai kualitas naskahmu. Jangan merasa tersinggung jika penilaiannya tidak sesuai harapan. Kalau masih penasaran, cari pendapat pihak lain lagi.

  1. Modal

Semua biaya yang harus dikeluarkan adalah tanggung jawab penulis. Termasuk jika penulis memiliki tim sendiri untuk memproses penerbitannya. Honor tim menjadi tanggungan penulis.

Untuk mengurangi biaya, penulis bisa melakukan proses penerbitannya sendiri. Misalnya mengedit naskah sendiri, membuat desain sampul sendiri, memasarkannya sendiri, dan sebagainya. Meskipun bisa mengurangi biaya, tentunya ini memakan waktu dan energi yang tidak sedikit.

  1. Risiko

Penulis harus siap dengan risiko kecil maupun besar. Risiko terburuk adalah bukunya tidak laku, dan modalĀ  yang telah keluar tidak kembali. Faktor risiko bisa juga datang dari konten buku. Misalnya jika ternyata isi buku ada kesamaan dengan buku orang lain atau plagiarisme. Penulis harus siap menghadapi tuntutan pihak lain, atau minimal cibiran dari publik.

Demikian informasi mengenai cara menjadi self publisher. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *