Dasar-dasar Belajar Menulis Jurnalistik

Belajar menulis jurnalistik bukanlah hal yang sulit karena Anda hanya memerlukan kemampuan untuk mengumpulkan informasi sesuai dengan tema yang ingin dibahas, lalu mengolahnya menjadi tulisan baru yang berkarakteristik sesuai dengan kepribadian menulis yang Anda miliki sehingga layak dibaca oleh orang lain. Cara menulis jurnalistik juga tidak hanya dapat diperoleh dengan mendapatkan pendidikan formal, melainkan juga pendidikan nonformal. Oleh sebab itu, Anda bisa menjadi seorang jurnalis meskipun tidak ernah mengenyam pendidikan jurnalistik secara formal.

Dalam dunia jurnalistik, terdapat dasar-dasar yang perlu diperhatikan sehingga tulisan yang dibuat dapat memberikan informasi kepada pembaca tanpa mengurangi estetika atau keindahan penyampaiannya. Dasar-dasar belajar menulis jurnalistik yang dimaksud adalah sebagai berikut.

  • Gunakan Kalimat yang Jelas dan Komunikatif

Dalam menulis naskah jurnalistik, penulis seyogianya dapat memberikan informasi secara jelas sehingga pembaca tidak memperoleh informasi yang ambigu karena embaca jurnalistik biasanya menghendaki bacaan yang informatif, aktual, terpercaya, dan faktual. Selain berita atau informasi yang jelas, naskah jurnalistik juga sebaiknya dikemas dengan menggunakan bahasa yang komunikatif sehingga pembaca dapat merasakan apa yang ada di dalam berita. Artinya, penulis jurnalistik tidak hanya berkonsentrasi untuk menggali informasi, tapi juga menggali nalar empatik dari pembacanya. Namun, tetap gunakan kalimat yang logis tanpa perlu bahasa yang mendayu-dayu.

  • Gunakan Susunan Kalimat yang Tepat

Susunan atau struktur kalimat dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan istilah S-P-O-K, yaitu struktur kalimat baku yang diperlukan dalam penulisan ilmiah. Karena jurnalistik merupakan salah satu dari sekian banyak tulisan ilmiah, maka penggunaan susunan kalimat yang tepat juga menjadi prioritas dalam hal ini. Meski begitu, penulis jurnalistik tetap perlu mementingkan estetika dalam penulisannya sehingga selain membuat pembaca mengerti dan memahami apa yang diberitakan, bacaan yang disajikan juga enak untuk ditelaah.

  • Buatlah Tulisan yang Sesuai dengan Nalar dan Logika Pembaca

Berita jurnalistik sebaiknya dibuat sesuai dengan nalar dan logika pembaca sehingga pembaca mampu memahami kronologis informasi yang disampaikan. Misalnya saja, penyampaian adanya hubungan sebab akibat dalam sebuah kalimat atau paragraf dapat diperjelas agar pembaca memahami akar masalah yang diberitakan secara detail.

  • Perhatikan Akurasi Informasi

Tulisan jurnalistik haruslah bersifat akurat karena menyangkut banyak pembaca dengan kebutuhan memperoleh informasi terkini dari fakta-fakta yang sudah ada di lapangan. Jika tulisan yang dibuat dan disajikan tidak akurat, maka masyarakat akan memiliki persepsi yang salah mengenai fakta yang diberitakan tersebut. Akurasi informasi ini diperlukan dalam memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada serta membentuk opini publik tentang berbagai permasalahan secara positif sehingga masyarakat juga mampu memberikan kontribusi terhadap permasalahan-permasalahan dalam ruang lingkup sosial yang ada saat ini.

  • Ingat Hukum MD dan DM

Hukum MD atau Menerangkan Diterangkan dan hukum DM atau Diterangkan Menerangkan merupakan sebuah pola yang biasa digunakan dalam menggabungkan dua kata dalam satu frasa, seperti penggunaan frasa “Rumah Makan” yang berarti tempat orang-orang yang ingin makan di tempat umum. Dalam dunia jurnalistik, terdapat banyak frasa dengan pola DM atau MD ini. Sayangnya, tidak semua orang paham bagaimana membuat kata atau frasa yang tepat supaya pembaca memahami apa maksud penulisan frasa tersebut.

  • Penggunaan Kata yang Sesuai

Dalam dunia informasi, penggunaan kata sangat berpengaruh terhadap opini publik. Misalnya saja, penggunaan kata “kecuali” dan kata “tidak” yang juga mampu mengubah paradigma masyarakat mengenai permasalahan atau informasi yang disajikan di dalam tulisan. Selain itu, pemilihan kata yang tepat juga sangat penting untuk membuat pembaca dapat memahami substansi dari tulisan yang dibuat. Oleh sebab itu, buatlah kalimat secara efektif dengan penggunaan kata-kata yang tepat agar tidak terjadi salah tafsir, penghamburan kata, dan kekeliruan lain yang dapat menyebabkan miskomunikasi di antara penulis, pembaca, dan fakta yang sudah ada.

Setelah memahami dasar-dasar belajar menulis jurnalistik di atas, maka Anda dapat langsung belajar membuat tulisan jurnalistik dengan langkah-langkah sebagai berikut.

  • Pengumpulan data dan informasi terkini
  • Penulisan gagasan utama dalam tulisan yang ingin disampaikan
  • Pengembangan gagasan utama
  • Pemberian simpulan, baik secara langsung maupun tidak langsung

Dalam penulisan jurnalistik, Anda juga sebaiknya menentukan siapa orang yang akan membaca tulisan Anda sehingga kalimat atau kata sapaan yang dipergunakan kepada pembaca dapat digunakan secara tepat. Misalnya, untuk menyapa pembaca dewasa dan dari kalangan akademisi, dapat dipergunakan sapaan “Anda”, sedangkan untuk menyapa pembaca muda dan memiliki keterkaitan dengan infromasi aktual yang terkesan gaul dapat dipergunakan kata “Kamu”. Jadi, tidak sulit kan memahami dasar-dasar belajar menulis jurnalistik?